My Boys’ Friend, i’m sorry.

Nostagila dulu ah, ke jaman SD..sekitar hmm, 15 tahun yang lalu. Kejadiannya begini..
Entah mengapa, ternyata kebanyakan teman main jaman SD dulu, kebanyakan cowok semua. Satu hal yang aku ingat, mungkin karena kalau berteman dengan anak cewek butuh modal yang banyak, tetapi, secara saya bukanlah anak yang dibekali uang jajan berlimpah, maka tersingkirlah saya dari pergaulan dengan anak cewek.
Teman main, teman jalan kalau pulang bersama, dan teman ngegank. Dan, di kelas 5, kami sekelompok mendapat tugas. Tugas yang amat berat, untuk anak-anak seukuran kami. Membuat peta Indonesia, berat khan?
Untuk membuat peta sebesar satu karton manila itu, dibutuhkan ketelitian, dan keuletan. Memindahkan gambar satu negara Indonesia, dari sebuah kertas Atlas ke dalam kertas karton bukan pekerjaan mudah. Kami pun dengan semangat mengerjakannya, di rumah saya. Pekerjaan itu tidak selesai dalam satu kali pertemuan, tapi dengan yakin saya mengajukan diri untuk menangani sisa pembuatannya, “leave it all to me, i’ll handle it..”
Dan, ternyata, yang terjadi kemudian pekerjaan tersebut tak pernah sampai ke tangan guru kami. Saya “kabur” ke pulau seberang, meninggalkan teman-teman saya yang kebingungan, mengikuti jadwal kepindahan Bapak, pindah sekolah.
Kejadian ini tidak saya ingat lagi, sampai suatu ketika di atas kapal, saya bertemu teman saya tersebut. Kami bercakap-cakap, dan ditengah percakapan terungkaplah semuanya. Ohhh, malu..mengapa bisa hal yang sepenting itu saya lupakan. Tapi, alhamdulillah, sepertinya nasib mereka baik-baik saja, walaupun peta-tugas saya bawa kabur..
So, Boyz, I’m sorry…
(Untuk anak2 SDN 1 Wua-wua Kendari, kelas 5C, angkatan 92/93, juna..romy..n y laen y sudah aku lupakan ,maafkan ya!!)

Advertisements

5 thoughts on “My Boys’ Friend, i’m sorry.

  1. percaya ga kalo fase perkembangan manusia tu akan berpengaruh pada pola kepribadian kita? masa kanak-kanak kita akan membentuk karakter kepribadian ketika kita dewasa. mungkin kejadian di atas akan terulang ketika pia melakukan rutinitas sekarang. wallahu a’lam.

  2. sa nda kasi takut2 ji, kasian… mungkin ‘tukang lupa’ itu yang dibentuk ketika masi kanak2, bukan ‘lari dari tanggung jawab’ 😉 sifat itu akan menetap jika kita selalu anggap itu sebagai hal biasa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s