Narsis, asal-usul

Mungkin dari sini..
(Sumber Alchemist_Paulo Coelho dan http://blog.dhani.org)

Dikisahkan, ada seorang pemuda bernama Narcissus. Pemuda yang sangat narsis karena hampir tiap hari dia selalu berlutut di tepi danau untuk mengagumi keindahan wajahnya sendiri. Hingga suatu hari, dia terpeleset dan jatuh ke danau tersebut, mati.
Danau tersebut kemudian berubah menjadi asin oleh airmata si danau.

“Mengapa engkau menangis?” tanya dewi-dewi hutan.

“Aku menangisi Narcissus,” jawab danau.

“Oh, tak heranlah jika kau menangisi Narcissus,” kata mereka, “Sebab walau kami selalu mencari dia di hutan, hanya kau saja yang dapat mengagumi keelokannya dari dekat.”

“Tapi, elokkah Narcissus?” tanya danau.

“Siapa yang lebih mengetahuinya daripada engkau?” dewi-dewi bertanya heran. Di dekatmulah ia tiap hari berlutut mengagumi dirinya.”

Danau terdiam beberapa saat, akhirnya ia berkata “Aku menangis karena setiap ia berlutut di tepianku, aku bisa melihat di kedalaman matanya pantulan keindahanku sendiri”

Kesimpulannya:”ada yang lebih narsis dari Si Narcissus!”

Advertisements

5 thoughts on “Narsis, asal-usul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s