finally, i can kiss her chicks.

Kalian memang tidak bisa mengerti saya!”, dia berteriak.
Aku, dalam hati, tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tak sanggup bertengkar.

Kurang lebih lima tahun kami berseteru. Kami dan dia, tepatnya. Selama itu, hubungan kami lebih banyak berantemnya daripada akurnya.

Cobalah mengerti saya, saya sudah tua. Kalian suatu hari pasti akan meninggalkan saya. Sehingga saya mengambil keputusan ini.” , dengan nada biasa, tak emosional.
Mulutku terkunci kembali, selalu begitu. Bertengkar bukanlah sifatku, hanya airmata yang sesekali mengalir tanpa mampu kubendung.

Senin, di awal bulan ini, kami berkumpul, bertiga. Jarang seperti ini, akur.
Pagi itu, aku mengecup pipinya, hangat!

Advertisements

7 thoughts on “finally, i can kiss her chicks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s