Pallubutung yang tertunda

Sebelum berangkat ke Sulawesi, teman sekosku dah mewanti-wanti..”Pia, pokoknya harus bawa pallubutung, wajib!!”

tapi, ternyata di Makassar makanan tersebut sulit untuk didapatkan. Kita pasti mudah memperolehnya hanya pada bulan Ramadhan saja. Dan, akhirnya temanku pun kecewa..

But, promise is a promise, musti ditepati. Berbekal petuah dari senior dan kemampuan meracik bahan makanan serta memasak kue yang minim, maka pada satu Minggu , saya mencoba membuat Pallubutung. Dengan bahan-bahan seadanya, pisang (ndak tau jenisnya, yang penting bagus untuk pallubutung), tepung terigu, santan KARA, gula pasir, pasta pandan, vanili bubuk (yang tidak jadi dipakai, prefer pasta pandan) dan air, dengan takaran sesuai filling, akhirnya jadi juga. Cuma memakan waktu sejam kurang, dan Pallubutung (warna ijo minus es dan sirup pisang ambon) pun siap untuk disantap, Alhamdulillah.

ps: kayaknya ndak pake terigu, pake tepung beras lebih enak!

Advertisements

3 thoughts on “Pallubutung yang tertunda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s