Terus Terang Listrik Mati Terus.

Soal pemadaman listrik, saya sudah kenyang dengan istilah tersebut. Di Kendari, kota asal saya, pemadaman bergilir sudah menjadi kebiasaan, bukan lagi hal yang luar biasa. Dalam seminggu, frekuensi listrik menyala lebih sedikit dari saat padamnya 😦
Itu di kota kecil, bagaimana dengan Jakarta? Ternyata, pemadaman juga bisa menimpa kota metroplolitan ini. Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat ibukota “diresahkan” dengan pemadaman bergilir akibat berkurangnya pasokan listrik dari pembangkit yang ada. Soal ini, teman saya berpendapat ” Itulah pi, PLN gak memperhitungkan kebutuhan masyarakat. Seharusnya, dengan ilmu statitik probabiblitas, bisa dihitung kebutuhan listrik 5 tahun dari sekarang, sehingga bisa diantisipasi. PLN gak mau rugi, selain itu, korupsinya banyak..” Nah, kata-kata yang terakhir ini membuat saya berpikir lagi, korupsi lagi, korupsi lagi…atau listrik mati gara-gara PLN minta TDL dinaikkan tapi belum dikabulkan ya?
hmmmmmm…

Advertisements

2 thoughts on “Terus Terang Listrik Mati Terus.

  1. Hmmm…kayaknya bisa jadi proyek tuh Pi, kalo punya modal yang super gede buat pembangkit swasta terus join deh sama PLN heheheh..duit…duit…tp btw modalnya bisa pake daun ga ya (gedubragghh….cmiiww…) 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s