[Lomba Me and My idol] Jo, si Idola Cilik

Spoilerrrr, gak ada hubungannya ma acara kompetisi nyanyi di tipi.

Entah apa yang membuat saya tergila gila dengan sosok yg satu ini.
Jois Rani Udin. Anaknya tomboy, putih, pintar (jebolan TK elit di kotaku) pembawaannya supel banget. Jauhlah sama saya, yang item, pendiem, dan gak menonjol.
Sebenarnya, kalo diliat dari jarak rumah, kami ini tetanggaan. Tapi, berhubung antara rumah saya dengan dia banyak rintangan (baca hewan hewan pemburu anak kecil) maka kami jarang bermain bersama. Orang tua kami adalah teman, ibu saya tau ibunya, begitu pula ibunya,hehe.

Anak ini unik banget, pokoknya wah lah di mata saya. Saat masuk sekolah pertama kali, saya langsung nyelonong ke barisannya karena melihat dia. Padahal kelasnya beda.
Saya dan takdir kelas urutan terakhir, sedang dia,di kelas urutan pertama. Sudah terlihat betapa berbedanya kasta kami,hihi.
Walau berbeda kelas, tapi saat pulang biasa kami berjalan bersama beserta kawan-kawan lain yang searah. Kami biasa melewati jalan-jalan pintas, setapak , dan sering kalo lagi tak beruntung dikejar burung kalkun bersama, burung yg sadis terhadap korbannya (heran ama yg miara kalkun, gak mikir banyak anak kecil yang jadi korban kek aku).

Waktu berlalu, aku dan Jo gak pernah sekalipun sekelas.

Lalu, tanpa sadar, saya pun mulai terpengaruh. Jo yg tak pernah memanjangkan rambut pun saya tiru gayanya, saya minta rambut saya dipotong pendek. Kalo gak salah, waktu itu sedang demam model rambut Demi Moore, sekalian lah (walau hasilnya jauh dari si Demi, lebih mirip demi-kianlah). Maka, resmi lah saya jadi Pia berambut pendek , dan bertahan hingga SMA.

Demi Moore in GHOST (1990)
Gaya jalan pun saya tiru, pokoknya semirip mungkin ama Jo. Bergaul pun saya banyak dengan anak cowok, saya mulai menganggp anak cewek itu rese, dan cuman bisa pamer kekayaan dan penampilan.
Sementara jo yg ku tiru sepertinya gak tau, kalo dia jadi role modelku.(sampai hari ini, belum sempat saya beritau).

Semuanya lalu perlahan-lahan memudar, dengan kepindahan saya ke kampung, di kelas 5. Karena sistem pendidikan yang lebih keras (gurunya killer, pe ernya buanyak buanget) saya pun mulai lupa tentang Jo.

Ketemu lagi setelah beberapa waktu, saat balik lagi ke kendari, SMU, kami tak satu sekolah lagi. Jo tak banyak berubah, tapi rambutnya tak pendek lagi. Sedang saya, sudah berjilbab.
Begitupun kuliah, aku ke Makassar, sedang Jo di kendari. Lalu, beberapa tahun lalu, Jo menikah, dan diboyong suaminya ke Maluku Utara.

Jo, teman kecil yg banyak memberi sumbangan pengaruh bagi karakter kecil saya, mungkin bisa dikategorikan idola cilik, di mata saya.
*pengandaian pengidolaan saya mungkin bisa dianalogikan antara penjajah dan negeri jajahannya..dimana para pribumi begitu terpesona dengan para penjajah yang berkulit putih, bermata biru dan berambut pirang..qeqeqe.. Kita biasa cemburu dan ingin memiliki sesuatu yang tidak kita punya

** diikutsertakan dalam lombanya fikcleboon

***picnya dari sini
Advertisements

16 thoughts on “[Lomba Me and My idol] Jo, si Idola Cilik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s