Perjalanan Hidup Seekor Kucing Jantan

Khusus bagi kucing kampung.

Ini adalah pengamatan saya saja, melalui pengalaman bertahun-tahun memelihara kucing kampung di rumah.
Seekor kucing jantan, biasanya adalah kucing yang manis saat kecil. Lucu dan menggemaskan.
Ketika remaja, dia juga masih unyu-unyunya. Menggosok-gosokkan badannya ke kaki kita dan mengeong manja jika menginginkan sesuatu.


Tapi, pubertas biasanya membuatnya aneh. Mengejar kucing betina tetangga, bertengkar dan berkelahi meninggalkan bekas luka di tubuhnya. Si meong mulai bertingkah.
Lalu, saat dewasa. Dia mulai mencari petualangan. Sering berhari-hari di luar rumah. Mungkin gadis-gadis di luar lebih menarik.
Hingga, tak pulang-pulang.
Kucing manis itu pun berubah menjadi kucing garong, yang senang buat keributan di rumah orang.
Dengan tampang yang sangat seram, dan tabiat yang sama sekali berubah.
Bahkan sudah tak mengenali mantan majikannya. Ironis..tragis..nasib si kucing (kampung) jantan.

Advertisements

17 thoughts on “Perjalanan Hidup Seekor Kucing Jantan

  1. pianochenk said: Yang betina, kurang tau ver. Jarang melihara yg betina. Tapi, biasanya betina itu kerjanya hamil mulu. Pergaulan terlalu bebas:-(

    wkkkkkkkkk…ngakak guling2 ngeliat komen iniharusnya di bekali ilmu agama ya si kucing betina biar gak terpengaruh sam pergaulan bebas πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s