Jatuh Bangun Ku Mengurusmu

Inspired by status FB-nya evi (indev)

Masih ingat dengan postingan ini? (Gaaaaaakkkkk.)
Maaf pemirsa, kalau tak banyak yang tau dengan kejadian tersebut (hahay, siapa saya..).
Karena peristiwa jambret menjambret tersebut, saya kehilangan HP (baru) beserta isi-isinya. SIM card AS, nomor-nomor penting, pulsa dan saldo pulsa jualan.
Karena nomor AS itu adalah nomor lama, sudah pasti sayang untuk dilepaskan. Untuk memulihkan no lama saya itu, mesti ke tempat yang berwenang (bukan..bukan polisi, tapi ke GRAPARI ).
Perjalanan menyambung nomor yang hilang, saya lakukan di Kendari, saat pulang kampung, Januari tahun kemarin. Jauh dari TKP, hal ini karena nomor itu berstatus nomor asli kendari, seperti pemiliknya . Sayang seribu sayang, di GRAPARI Kendari lagi kehabisan nomor AS. Pupus sudah harapan.
Balik ke Jakarta, berdekatan waktunya dengan pengurusan printilan masalah mutasi, saya kembali lagi mencoba mengganti kartu SIM. Cabang GRAPARI terdekat ada di Mangga Dua, WISMA MASPION. Pengurusan berlangsung cepat, cuma mengisi formulir, beli materai, menunggu sebentar..and..taaadaaaa, kartu baru pun terbit. Hanya saja, belum langsung aktif. Mesti menunggu satu sampai dua hari. Mbak CSnya juga mewanti-wanti agar segera mengisi pulsa, sebab masa aktif kartu saya yang lama sudah hampir habis. Jadi, yang ingin mengganti kartu karena hilang, segera ya! Takutnya masa aktif keburu habis, jadi ga bisa deh.
Harap-harap cemas selama dua hari, karena nomornya tak aktif-aktif juga, malah sempat balik ke GRAPARI lagi, mau menanyakan nasib si kartu. Eh, sampai di sana, kartunya tiba-tiba aktif sendiri. Hehe, lumayan, menembus hujan dan banjir seroda bajaj.
Begitulah lika-liku jatuh bangun dalam mengganti kartu SIM saya yang hilang. Sekian dan terima kasih^^.
Advertisements

14 thoughts on “Jatuh Bangun Ku Mengurusmu

  1. Wah mbak bumi, mestinya dpet penghargaan dri provider, pelanggan tergigih.Sistem pertelekomunikasian kita msh kacau ni, harusnya ga sembarang bisa punya nomor hp. Musti diatur kyk luar negeri, jd gampang kalo ilang dan mudah buat blokir.

  2. pianochenk said: Wah mbak bumi, mestinya dpet penghargaan dri provider, pelanggan tergigih.Sistem pertelekomunikasian kita msh kacau ni, harusnya ga sembarang bisa punya nomor hp. Musti diatur kyk luar negeri, jd gampang kalo ilang dan mudah buat blokir.

    setuju… harusnya gitu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s