Panic Attack

Kalau ada acara ngemeng di depan forum, maka saya pasti akan mendaftarkan diri ke urutan paling akhir. Kalau ada bangku cadangannya, saya lebih mau lagi. cadangan terakhir kalau bisa. Inilah masalah saya, yang saya amati dan cermati paling serius.


And, kalau seumpama, misalkan dan apabila sudah tampil di depan, maka yang terjadi adalah pandangan mata kabur, pikiran tak bisa fokus, tangan dan kaki jadi dingin, mulut menjadi gagap, dan mules. Semua kata-kata yang telah disusun tak ada yang sukses disampaikan. Orang pintar bilang, sebagian tanda-tandanya adalah panic attack, orang kampung mengenalnya demam panggung.

Itulah yang terjadi lagi pagi menjelang siang ini, saat ada kunjungan anak SMK ke kantor, tugas menjelaskan alat petir membuat panik-ku kambuh. Mau kabur rasanya dari ruangan operasional, namun hatiku berkata “Tidak, jangan Pia,” (#tsaaaaahhhh). Aku harus menghadapi semua ini, dan Alhamdulillah, setelah sesi pertama, panik berkurang. Aku mulai relaks, dan santai. Sesi kedua, aku bahkan mulai tertawa, dan mengalihkan sebagian konsentrasi untuk mengambil gambar video penjelasan kawanku. And, start to get in to it, mulai terbawa suasana, nyaman. Sesi ketiga, lebih nyaman lagi. Hingga selesai, senyuman bisa kukembangkan di bibir, “Terlewati juga, ternyata bisa!”
Advertisements

8 thoughts on “Panic Attack

  1. Kalo terpaksa pasti bisa he..he.. Saya jg termasuk yg takut salah ngomong dan takut diketawain,jd jarang mau tampil ke depan, beda bgt sm suami saya yg pede abis,krn suami saya tmn kuliah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s