Laporan Narsis bag1, Mama Selfi sudah!

Orang bijak bilang, amanah itu musti disegerakan. Uang hadiah sudah saya tarik dari ATM dari hari rabu, namun kemarin belum sempat karena banyak hal, jadi rencana penerimaan hadiah saya undur hingga pagi ini.

Turun dari pete-pete (banyak yang asing dengan istilah ini, tapi percayalah ini bukan makanan apalagi sejenis barang pecah belah. Kalau mau tau, sila di gugling sajah ), saya langsung bergegas ke warung Mamanya Selfi.

” Ini ada uang dari lomba tulisan yang kemarin”, saya langsung memberondong mamanya Selfi dengan inti kedatangan saya.


Pandangan tak percaya dari Mamanya Selfi, dan juga Bapaknya Selfi. “Apa ini??” tanya Mamanya Sefi, “Tulisan yang kemarin, semua pedagang yang dituliskan (kisahnya) dikasih uang hadiah sama panitia” jelas saya.
Masih tak percaya, sambil senyum-senyum Mamanya Selfi menerima uang hadiah sebesar Rp.200.000,-.

“Sebelumnya, ndak ada yang kayak ini. Seringmi dibilang mau dibantu, tapi sampai sekarang ndak ada beritanya.” Bapaknya Selfi mencurahkan uneg-unegnya tentang mereka yang sering “mengobral” janji bantuan untuk pedagang kecil seperti dia, namun tak ada realisasi.

Terima kasih kepada panitia dan donatur yang mau mengadakan lomba ini sekaligus memberikan bantuannya, “Terima kasih sekali!”, dari Bapak dan Mamanya Selfi.



Advertisements

20 thoughts on “Laporan Narsis bag1, Mama Selfi sudah!

  1. hadiahku buat pak ali masih tersimpan di atm… belum sempat nyebrang ke penyengat untuk nyerahin hadiahnya. mungkin nnati kalo udah lahiran…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s