Hemat.

Latar … di Public Health Center (kerennya sih Puskemas)

Dokter: “Keluhan?”

Pasien: “Maagnya, dok. Kambuh lagi?

Dokter: “Sus, cek tekanan darahnya!” “Yang dirasakan?”

Pasien: “Dadanya penuh sampai seperti sesak napas. Pusing juga.”

Dokter:”Mual atau sakit di perut?”

Pasien:”Mual enggak, dok. Sakit, iya.”

Dokter:”Oke, saya kasih obat ya.”

Pasien:”Antasida, dok?”

Dokter:”Iya, buat maagnya.”

Pasien:”Gak usah dok, masih banyak di rumah.”

Dokter:”Oke, buat pusingnya kalo begitu,”

Pasien:”Apa dok?”

Dokter:”Paracetamol.”

Pasien:”Gak usah juga, dok. Ada di rumah juga.”

Dokter:”Vitamin saja kalo gitu, yang B.”

Pasien:”Oke, dok. (Gak ada dirumah soalnya, hehe).”

Sesi wawancara eh konsultasi berakhir, si pasien pulang dengan vitamin di tangan.

Sekian.

Advertisements

20 thoughts on “Hemat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s