Odhank Bukan Thayib

odhank

Sepintas saya melihat warna hitam dan putih dari kejauhan. Sebenarnya saya hendak ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan. Tapi bayangan hitam dan putih itu mengalihkan perhatian saya. Kemudian, saya berjalan menujunya. Sepertinya saya melihat Odhank, kucing “peliharaan” kami yang telah menghilang beberapa minggu.
Perkiraan saya benar. Bayangan hitam dan putih itu memang Odhank. Kucing berwarna putih bersih dan berekor hitam itu saya temukan tengah mengendus tumpukan sampah di sebuah TPA yang terletak beberapa rumah dari rumah saya.
“Odhank, Odhank!!” Saya memanggil namanya. Odhank keluar dari TPA dan terduduk meringkuk. Setelah “membujuk” beberapa menit, saya langsung menggendongnya. Odhank tak melawan, hanya sesekali mengeong.
Kucing kampung memang tak bisa kita tawan untuk tetap tinggal di rumah. Apalagi yang jantan. Satu saat mereka akan keluar dari rumah dan mulai menjelajah. Pulang-pulang, perawakannya berubah. Yang dulunya langsing, bisa jadi gembrot. Yang biasanya bersih, berubah jadi dekil. Sampai-sampai, saya dan adek menjuluki fase itu adalah tahap kucing garong 😉
Untuk saat ini, Odhank tampaknya dalam masa menuju proses itu. Namun belum menjadi si kucing Thayib yang tak pulang-pulang tiga hari lebaran, tiga kali puasa.

Advertisements

2 thoughts on “Odhank Bukan Thayib

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s