Oleh-Oleh Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015-Jakarta

Selama 7 hari pekan lalu, pecinta bulutangkis dihujani tontonan pertandingan bulutangkis dunia yang diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta. Dari babak pertama hingga malam puncak finalnya, tak henti-hentinya keriuhan para penikmat dan pelaku bulutangkis menghiasi wahana kebanggaan Indonesia itu.
Berbagai cerita dan drama terjadi selama kejuaraan, tak lupa juga kejutan-kejutan. Kejutan paling besar adalah gagalnya para pemain tunggal putri Tiongkok ke babak 4 besar alias tak mendapat medali sama sekali. Padahal, dalam puluhan kali gelaran kejuaraan dunia, mereka tidak pernah absen berada di podium.
Bersamaan dengan kegagalan itu, kejutan manis buat Indonesia adalah Lindaweni Fanetri yang lolos ke semifinal dan merebut perunggu. Sebuah prestasi yang tidak disangka-sangka. Tunggal putri kita adalah sektor yang sama sekali tidak dilirik di Indonesia dan bahkan tidak pernah diberi target tinggi dalam kejuaraan besar. Namun, siapa sangka justru mendatangkan satu perunggu dari pemain yang namanya sering jadi bulan-bulanan bully-an BL (Badminton Lovers) di medsos.
Kisah manis lain, tiada lain tiada bukan adalah Juara Dunia 2015 Ganda Putra yang diperoleh Muhammad Ahsan-Hendra Setiawan. Setelah bertarung 2 set, 21-17 dan 21-14 selama 46 menit melawan Liu Xiaolong-Qiu Zihan asal Tiongkok, malam itu mereka berhasil menyenangkan publik istora dan tanah air yang telah menunggu sejak pagi dengan sabar. Gelar yang terasa lebih nikmat karena direbut di negara sendiri.
Walau sayang di dua nomor andalan kita yang lain, ganda campuran serta ganda putri, gagal ke final, namun raihan di tahun ini dapat dikatakan lumayan dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mendapatkan satu perunggu di tunggal putra lewat Tommy Sugiarto.
Kejuaraan dunia tahun ini hanya menghasilkan juara baru (walau tak baru-baru amat) di nomor ganda putra, setelah juara bertahan kandas di babak awal. Chen Long, Tian Qing-Zhao Yunlei, Zhang Nan-Zhao Yunlei serta Carolina Marin mengulang sukses tahun lalu sebagai juara dunia.
Kejuaraan Dunia akan diselenggarakan lagi pada 2017, sebab tahun depan akan ada olimpiade (dan juga ada Piala Thomas dan Uber).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s