Kemenangan “mengejutkan”

It was a surprise win for many people, really.

Kenapa mengejutkan? Karena Tim Putra Bulutangkis kita bermaterikan 70 persen pemain muda yang bahkan 2 di antaranya belum genap 20 tahun. Bermodalkan hanya 3 pemain top peringkat 10 besar dunia, 1 tunggal dan 2 ganda, Indonesia mampu merebut gelar Juara Beregu Asia sektor putra.
Tampil mengesankan di babak penyisihan grup bersama Maladewa, Taiwan dan Thailand, dan akhirnya keluar sebagai juara grup. Lalu di perempat final, dengan mengesankan mengalahkan Hongkong 3-0. Di semifinal bertemu lawan tangguh sekaligus tuan rumah India, kita mampu menang dengan skor 3-1.
Dan akhirnya di babak final, harus bertemu dengan tim pemegang gelar Piala Thomas 2014, Jepang. Sebuah tim yang sangat solid dan merata di semua sektor.
Turun dengan tidak membawa pemain utama, saya awalnya pesimis. Komentar saya di status seorang penulis beken-mb Shabrina WS-mungkin bisa menggambarkan betapa tipis harapan saya terhadap susunan pemain kita di final. 

para pelapis turun semua. Ihsan, gak yakin, cideranya
blum pulih sepertinya. Ang-Rick, hmm, performa tak
sebaik thn lalu, gak terlalu yakin jg. Anthony, lumayan
berharap, dari junior kalo ni anak emang sesuatu. Berry-
Rian, mayan siy di akhir thn lalu, tp awal thn ini kurang
cetar dibnding Kevin-Gideon. Jo, hmmm, kurang yakin,
ga terlalu garang dan msh angin-anginan. But, gini deh
jadi BL, dng prediksi asal-asalan aja Kita ga tau apa
yg tjd di blkng layar di Hyderabad sana, pemain-pelatih
dn petinggi PBSI yg lbh tau. Do the best, and hope for
the best. Anything could happen in sports. Semoga
punggawa muda Indonesia menang.

Tapi ternyata, kenyataan berkata lain. Ihsan memang kalah lawan Kento Momota, tapi Angga-Ricky berhasil menumbangkan Endo-Hayakawa walau mesti bertarung 3 game. Anthony memang cetar, meski Berry-Rian terlalu gugup dan harus kalah. Dan, Jonatan. What should I say, maybe sorry for underestimating him. Jonatan bermain pantang menyerah. Kalah di game pertama, tapi menawan di game kedua dan ketiga. Saya lupa kalau dia pernah juga jadi penentu atau tunggal ketiga di Superliga tahun 2015, meski masih 18 tahun tapi secara mental dia bisa sangat kuat.
Perjalanan masih panjang, kejuaraan ini adalah juga ajang kualifikasi Piala Thomas Mei mendatang di Kushan, China. Pertahankan hasil baik ini, bukan tidak mungkin Piala Thomas bisa kita rebut kembali. 

image

Foto: badmintonindonesia.org

*Tim putri hanya sampai babak perempat final, kalah dari China 3-0. Meski begitu, tetap lolos ke ajang Piala Uber Mei nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s