Efek 21

Seorang pemain ditanya tentang penyebab kekalahannya oleh wartawan yang sudah menunggunya untuk wawancara. Dengan serius dia menjawab, “Musuh saya 21 duluan.”
Wartawannya melongo sambil tetap mendengarkan karena mesti menuliskan berita. Yang diwawancara anteng saja. The end.:-P

Saat kalah, berbagai alasan mungkin akan sulit diterima. Apalagi buat para BL (Badminton Lovers) labil. Kekalahan bukan saja menyakitkan buat yg menonton tapi juga bagi mereka para pemain bulutangkis. Kalaupun sedang dalam keadaan kurang sehat dan ngomong yang sebenarnya, pasti dibilang mencari alasan. Jadi serba salah. Apalagi kalau kalahnya oleh peringkat di bawah atau yang kualitasnya gak bagus-bagus amat, sudah dipastikan bakal bertaburan komentar-komentar ga sedap.

Namanya permainan, apalagi di bulutangkis ga ada yang namanya seri, hanya ada menang atau kalah di waktu akhir. Setiap kali para pemain masuk ke lapangan, keduanya punya peluang yang sama, menang atau kalah. Segala macam rekor pertemuan ataupun kekuatan di atas kertas menjadi tak bernilai saat mereka sudah di dalam lapangan permainan.

image

Ahsan-Hendra setelah kalah dlm SF Indonesia Terbuka SSP 2015 (liputan6.com)

Advertisements

2 thoughts on “Efek 21

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s