What a Comeback, Owi-Butet!

Senyum manis nan merekah kembali terlihat di wajah Tontowi Ahmad (Owi) dan Liliyana Natsir (Butet) hari Ahad kemarin. Setelah setahun lebih puasa gelar Super Series dan beberapa kali bahkan harus kandas di babak-babak awal, kemarin mereka akhirnya merengkuh gelar Super Series ke-12 sepanjang karir mereka berpasangan di kejuaraan Malaysia Terbuka Super Series Premier 2016.

Tahun kemarin mungkin adalah tahun yang suram buat mereka. Sempat masuk ke tiga final Super Series, namun sayangnya mereka harus tiga kali pula menjadi runner-up. Meskipun mereka sempat mendapat gelar di Kejuaraan Asia, namun kegagalan di ajang Super Series cukup membuat kepercayaan diri ganda campuran terkuat Indonesia ini merosot.

Keberhasilan Owi-Butet maju ke final di Malaysia Terbuka ternyata cukup mengejutkan bagi pelatih ganda campuran Indonesia, Richard Mainaky. Richard yang awalnya tidak menargetkan gelar di sini karena kondisi Owi yang baru sembuh dari DBD, melihat semangat dan tekad pasangan ini cukup besar. Mereka ingin membuktikan kalau mereka adalah pasangan yang masih bisa diperhitungkan di pentas dunia.

20160410_MOSSP_Owi Butet12

senyum manis Owi dan Butet di podium juara (badmintonindonesia.org)

Bertemu dengan wakil tuan rumah, Chan Peng Soon-Goh Liu Ying di final nomor ganda campuran tidak bisa dibilang mudah buat Owi-Butet. Pasangan Malaysia itu di semifinal mengalahkan ganda nomor satu asal Cina, Zhang Nan-Zhao Yunlei. Meski bukan unggulan, namun Chan dan Goh pernah mencapai peringkat tiga dunia di 2013 sebelum Goh cidera lutut dan harus istirahat lama. Prestasi mereka di awal tahun ini bisa dibilang bagus dengan maju di tiga final turnamen Grand Prix Gold dan memenangkan salah satunya.  Selain itu juga, Owi-Butet harus beradapan dengan ribuan penonton Malaysia yang bisa dibilang sangat intimidatif (walau tak segarang penonton di Istora Senayan) terhadap pemain-pemain Indonesia.

Awal game pertama, Tontowi-Liliyana membukanya dengan baik. Mereka unggul 11-4 di interval. Pasangan Malaysia kemudian mengejar dan bahkan menyusul 20-20 setelah Owi-Butet sempat mencapai game point 20-16. Tetap tenang, ganda Indonesia menutup game ini dengan 23-21. Game kedua keunggulan berada di pihak Malaysia. Permainan net yang cantik dan cerdik dari Goh membuat pasangan kita beberapa kali membuat kesalahan sendiri dan harus mengakihiri game ini 13-21. Permainan di game ketiga kembali ketat. Namun, setelah interval, Owi dan Butet mampu menekan ganda Malaysia sehingga mereka bisa memenangkan pertandingan dengan skor 21-16.

Gelar Owi dan Butet menjadi satu-satunya gelar yang diraih Indonesia di Malaysia Terbuka Super Series Premire 2016 sebab hanya mereka yang lolos ke final. Sebelumnya hanya ada tiga wakil di semifinal (bersama Greysia-Nitya di ganda putri dan Jonatan Christie di tunggal putra). Gelar ini juga membuat Indonesia konsisten di Super Series 2016 dengan satu gelar tiap turnamen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s