Terima Kasih Tim Thomas-Uber Indonesia

Sometimes you win, sometimes you learn. And I believe, someday we will make it.

Datang sebagai Juara Asia 2016, Tim putra kita memang cukup diperhitungkan di kejuaraan Piala Thomas kali ini, walaupun tak sedikit yang meremehkan karena menganggap pemain muda (terutama tunggalnya) yang dibawa tidak cukup mampu bersaing. Sekali lagi, seperti di Kejuaraan Asia Beregu kemarin, para pejuang muda itu selangkah demi selangkah memberikan bukti. Menjadi juara di grup yang diisi Hongkong,  India dan Thailand dengan hanya kehilangan 1 partai. Maju ke perempat final dan bertemu Hongkong (lagi), kemudian menang 3-1. Di semifinal, Indonesia harus bertarung dengan tim kuat Korea yang sebelumnya berhasil mengalahkan tuan rumah China dengan dramatis, 3-1. Meski kalah di partai tunggal pertama, Jonatan Christie vs Son Wan Ho, namun 3 partai selanjutnya menjadi milik kita. Dua ganda terbaik Indonesia, Ahsan-Hendra dan Angga-Ricky bermain dengan tenang dan mampu membungkam pasangan kuat Korea, Lee Yong Dae-Yoo Yeon Seong dan. Kim Gi Jung-Kim Sa Rang. Tunggal kedua, Anthony Ginting juga mampu menundukkan pemain Korea yang berperingkat di atasnya, Lee Dong Keun.

Akhirnya kemarin, mereka menjalani partai puncak di gelaran Piala Thomas, final. Bertemu dengan tim yang menjadi Juara Eropa tahun ini, Denmark, banyak harapan yang digantungkan pada tim Thomas kita. Saya pun begitu. Dengan hitung-hitungan dua ganda dan satu tunggal kita bisa mengambil poin dari Denmark, keyakinan untuk kembali menjadi pemegang Piala Thomas setelah 14 tahun lamanya makin besar.

Harapan tinggal harapan, kenyataan di atas lapangan berbeda. Tiga tunggal kita tak satupun mampu menghadapi serangan tunggal Denmark yang bermain lebih baik. Tommy, satu-satunya tunggal kita yang berperingkat 10 besar dunia dan menjadi tunggal pertama yang turun, meski bertarung ketat dengan Viktor Axelsen (rangking 4 dunia), harus kandas juga. Beban mencuri satu poin tunggal pun pindah ke Anthony dan Ihsan yang maju sebagai tunggal kedua dan ketiga. Beban yang sangat berat ditanggung kedua pemuda berusia 19 dan 20 tahun itu. Dua ganda yang diharapkan, Ahsan-Hendra serta Angga-Ricky, memang mampu menyumbang angka, membawa kedudukan menjadi 2-2 dan harus memainkan partai terakhir, Ihsan M. Mustofa vs Hans Vithingus. Ihsan yang tampak tertekan akhirnya kalah dua set langsung. Beban dan harapan 270 juta rakyat Indonesia rupanya sangat berat di pundaknya. Indonesia harus mengakui kemenangan Denmark, dan sejarah baru tercatat sebab Denmark baru pertama kali memenangkan Piala Thomas.

Rasa sedih melihat kekalahan Indonesia, walau tak sesedih 2014 yang dulu, karena ada rasa bangga terselip di sana. Bangga sebab tim ini diisi banyak bakat muda yang bukan tak mungkin akan menjadi pemain-pemain besar di masa depan. Jonatan, Anthony dan Ihsan di tunggal, dan Kevin di ganda putra, akan menjadi tumpuan Indonesia di kejuaraan beregu mendatang. Bukan tidak mungkin, bukan Piala Thomas saja yang bisa kita rebut nanti, tapi Sudirman dan piala-piala lainnya bisa kembali direngkuh Indonesia. Aamiin.

Terima kasih Tim Thomas Indonesia. Juga terima kasih buat Tim Uber Indonesia yang meski terhenti di perempat final namun memberikan perlawanan dan perjuangan yang tak kalah hebat serta memberikan dukungan luar biasa buat Tim Thomas lewat yel-yel khas yang memompa semangat.

Terima kasih Ihsan, Jonatan, Anthony, Tommy, Ahsan, kapten Hendra, Angga, Ricky, Kevin,  Marcus, pelatih dan Ofisial Thomas. Terima kasih Fitri, Hana, Gregoria, Febe, kapten Greysia, Anggia, Ketut, Della, Rosyita, Tiara, pelatih dan Ofisial Uber.

image

Tim Thomas setelah pengalungan medali

Advertisements

10 thoughts on “Terima Kasih Tim Thomas-Uber Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s