Tak ada Ahsan-Hendra, Kevin-Gideon dan Angga-Ricky pun Jadi

Kisah manis di India Terbuka Super Series April lalu terjadi lagi di Australia Terbuka Super Series kemarin. Dua ganda putra Indonesia saling berhadapan di final. Dengan pasangan yang sama dan hasil yang sama juga.
Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Gideon Fernaldi kembali bertemu dengan Angga Pratama-Ricky Karanda Suwardi di partai puncak gelaran Super Series.

Sebelum pertandingan, kedua pasangan menyatakan optimismenya. Kevin-Gideon yang makin matang dan tenang, Angga-Ricky yang sudah belajar dari kekalahan sebelumnya di India. Tapi buat Indonesia, siapapun yang menang akan sama saja.
Sebenarnya, di turnamen ini yang menjadi tumpuan adalah ganda terkuat Indonesia, Moh. Ahsan-Hendra Setiawan. Sayang, mereka terhenti di babak kedua oleh mmantan penghuni rangking 1 dunia asal Malaysia, Tan Boon Hong-Koo Kien Kiet (TBH-KKK). Namun, harapan meraih gelar di sektor ini terus menguat setelah ada tiga pasangan yang melaju ke semifinal, salah satunya Berry Anggriawan-Rian Agung Saputro yang mengalahkan TBH-KKK di perempat final. Dengan tiga pasang tersebut, Indonesia akhirnya mengunci gelar ganda putra setelah di semifinal Kevin-Gideon menang dari Ganda China dan Angga-Ricky dari Berry-Rian.

Tak seperti final di India yang lebih “tegang” karena masih dalam perburuan tempat di Olimpiade Rio, kali ini pertarungan kedua pasangan pelapis Ahsan-Hendra ini berlangsung seru. Di gim pertama hingga interval, kejar-mengejar angka terjadi namun ditutup dengan keunggulan Kevin-Gideon 11-10. Selepas interval, serangan-serangan Kevin dan Gideon yang terus-menerus membuat Angga-Ricky kedodoran. Gim pertama menjadi milik Kevin-Gideon 21-14.
Lanjut ke gim kedua, Angga-Ricky mampu memimpin hingga interval 11-9. Namun rupanya Kevin-Gideon tidak menyerah dan terus menekan Angga-Ricky dengan permainan cepat nan tajam sehingga menyudahi pertandingan dengan angka 21-15.

Dengan kemenangan ini, Kevin-Gideon memperbaharui kedudukan saling bertemu (head to head, H2H BWF) dengan Angga-Ricky menjadi 2 – 0. Namun jika Final Ganda Putra Sea Games di Juni 2015 juga dihitung, maka H2H sebenarnya adalah 2 -1 karena saat itu mereka kalah dua gim langsung. Kemenangan ini juga membuat mereka menjadi ganda Indonesia dengan gelar Super Series terbanyak tahun ini, 2 gelar, lebih dari pasangan ganda senior dan andalan kita, Ahsan-Hendra yang masih belum mengoleksi satu gelar pun. Sesuatu yang mungkin bisa untuk dibanggakan namun di sisi lain menjadi evaluasi buat Ahsan-Hendra yang akan bermain di olimpiade Agustus mendatang.

Kedepannya sih harapan buat ganda putra kita yang lain bisa meraih gelar Super Series,SS Premier dan gelar bergengsi lainnya seperti Emas Olimpiade (Aamiin) di tahun ini.

image

Angga-Ricky dan Kevin-Gideon di podium juara

Sumber foto: badmintonindonesia.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s