Kevin-Wahyu, Dadakan jadi Juara

Salah seorang pengamat bulutangkis yang tersohor di dunia maya mengatakan, dia tahu kalau pasangan Kevin Sanjaya dan Wahyu Nayaka pasti akan memberi kejutan di Indonesia Masters GPG 2016. Tapi, yang tidak nyangkanya itu, kejutannya terus berlanjut ke final dan bahkan jadi juara.

Ekspektasi saya juga sama, kalau Kevin pasti bisa “berulah” di sini. Pebulutangkis 21-tahun yang selalu punya pukulan-pukulan aneh dan kecepatan yang mengagumkan sudah punya 2 gelar Super Series dan 1 gelar GPG tahun ini. Meski bukan dengan Gideon kali ini-pasangannya yang tetap, Kevin pasti akan menciptakan kejutan.

Berpasangan dengan Wahyu Nayaka-seniornya di Ganda Putra Pelatnas karena Gideon sedang cidera dan Wahyu belum punya pasangan tetap, mereka melalui babak pertama dengan susah payah dalam 3 gim. Babak selanjutnya relatif lebih mudah. 

Ujian sesungguhnya ada di perempat final saat harus berhadapan dengan sesama pasangan Indonesia, juara tahun lalu, Berry Anggriawan dan Rian Agung Saputra. Sudah saling tahu kelemahan dan kelebihan masing-masing, Kevin-Wahyu akhirnya menang dan melaju ke semi final. 

Di semi final, kembali mereka berhadapan dengan sesama pemain Indonesia. Angga Pratama-Ricky Karanda, sang juara Singapura Terbuka Super Series 2015 menjadi lawan mereka. Lewat pertarungan dramatis dan sempat tertinggal jauh di gim penentuan, Kevin-Wahyu menang 21-14 18-21 dan 21-19. Hasil ini membawa mereka ke final.

Berhadapan dengan ganda muda China, juara Asia Junior 2016, Heng Chengkai dan Zhou Haodong, mereka tampil dengan taktis dan terus menekan. Pukulan-pukulan cepat dan aneh Kevin di depan net serta serangan-serangan Wahyu dari belakang yang sangat keras membuat mereka unggul 2 gim langsung, 21-16 21-18 dan merebut gelar juara Ganda Putra pada Indonesia Masters GPG 2016. Gelar GPG kedua buat Kevin dan juga buat Wahyu.

Selain gelar di ganda putra, Indonesia juga mendapat gelar di ganda campuran. Ronald Alexander dan Melati Daeva berhasil menunjukkan permainan impresif atas pasangan kuat asal Malaysia, Tan Kian Meng-Lai Pei Jing. Tan dan Lan yang dari babak pertama selalu mengandaskan ganda Indonesia dibuat tak mampu berkembang dalam 2 gim pertarungan oleh Ronald-Melati. Mereka pun naik podium tertinggi setelah tahun lalu juga juara di Taipei GP.

Prestasi tim ganda putra dan campuran tidak diiringi sektor ganda putri. Putri-putri Indonesia hanya mampu sampai babak semifinal. Sementara tunggal putra dan putri hanya mencapai perempat final. Namun, dengan raihan 2 gelar ini, sekali lagi Indonesia membuktikan sebagai masih sebagai negara kuat Bulutangkis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s