Setelah Rio, apa?

Tahun 2016 ditutup dengan turnamen Dubai Super Series Final 2016, Indonesia meloloskan 5 wakil di sini. Sayangnya, 1 wakil harus mundur. Nitya Krishinda Maheswari menjalani operasi lutut untuk mengobati cidera lamanya yang terus-menerus kambuh.Empat wakil yang terdiri atas 2 ganda putra dan 2 ganda campuran tidak mencapai hasil maksimal. Ganda Putra kita semuanya terhenti di babak grup, sementara 1 wakil ganda campuran kalah di babak semi final. Satu pasangan ganda campuran yang lain, Owi-Butet, memutuskan mundur setelah Butet mengalami cidera. Hasil yang kontras dengan tahun lalu di mana Ahsan dan Hendra berhasil menjadi Juara Ganda Putra Dubai SSF 2015.

Penghujung tahun juga diisi mundurnya Hendra Setiawan dari Pelatnas, pensiunnya Lindaweny dan hengkangnya Rexy Mainaky ke Thailand. Hendra, Linda dan Rexy adalah nama-nama yang sangat berperan dalam bangkitnya bulutangkis Indonesia setelah masa Olimpiade London yang suram. Hendra Setiawan dengan dua gelar Juara Dunia-nya bersama Moh. Ahsan serta puluhan gelar-gelar lainnya, Linda dengan gelar Medali Perunggu bagi Tunggal Putri Indonesia di Kejuaraan Dunia 2015, serta Rexy Mainaky yang menjadi otak dan pengatur strategi PBSI kepengurusan 2012 – 2016. Hilangnya nama mereka dari Pelatnas dan PBSI dipastikan akan membuat warna yang berbeda di tahun 2017 (Semoga warna yang cerah!).

Tahun 2017 akan menjadi tahun yang sibuk buat pebulutangkis Indonesia, karena akan ada even beregu Piala Sudirman, Beregu Campuran Asia serta Sea Games Malaysia. Kalau di Beregu Campuran Asia dan Sea Games ,Indonesia akan banyak memainkan pemain muda dan pelapis, maka di Piala Sudirman yang sangat bergengsi para pemain top-lah yang akan diturunkan. Kita hanya punya 1 gelar Piala Sudirman, itupun diraih di Jakarta saat pertama kali piala ini digelar.

Gelar lain yang menjadi incaran adalah di turnamen Bulutangkis tertua, All England. Kevin dan Gideon, ganda putra pertama kita saat ini mengungkapkan keinginannya meraih gelar di sana. Keinginan yang jelas tak mudah mengingat pemain di seluruh dunia juga mengidamkan gelar di All England.  

Yang jelas paska Olimpiade Rio 2016, Bulutangkis Indonesia dan dunia tak akan sama lagi. Pasti akan banyak perubahan, kejutan dan kejadian-kejadian seru. Dan semoga saja semua yang terbaik bagi Bulutangkis Indonesia, aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s