Debut Berry-Hardianto berbuah Juara

Setelah bongkar-pasang ganda putra kita di penghujung 2016 dan awal 2017, sekarang skuad Pelatnas nomor yang selalu memberi kebanggaan bagi Indonesia itu semakin semarak dengan kombinasi baru. Duet Berry Anggriawan dan Hardianto adalah buah dari perpecahan pasangan Berry-Rian Agung dan Hardianto-Kenas Adi. Berry-Rian sebenarnya adalah pasangan potensial yang sudah meraih beberapa 2 gelar GPG, namun dinilai kurang konsisten. Sementara, Hardianto dan Kenas adalah ganda pelapis yang baru berwara-wiri di level IC dan GP.

Keputusan pelatih untuk menyatukan Berry dan Hardianto rupanya berbuah manis. Datang ke Malaysia Masters GPG 2017 sebagai turnamen debut, Berry-Hardianto mampu melaju ke babak final. Perjalanan hingga final yang tak muda (bahkan “hampir” perang saudara denggan Rian Agung-Moh. Ahsan di babak kedua), di semifinal bahkan duel sangat ketat melawan pasangan Jepang 22-20 21-19 dengan sempat ketinggalan 1-9 di awal gim pertama (a very close and thriller game).

Pertarungan di partai puncak tak lebih mudah. Melawan ganda Malaysia, mereka bukan saja bertanding dengan 2 pemain tapi juga dengan penonton tuan rumah (two versus three!). Meski pemain yang dihadari tergolong belia (still 19-years old!), bukan berarti kemampuan mereka bisa diremehkan. Awal gim pertama, dengan kecepatan dan power dari Goh dan Nur, Berry-Hardianto ketinggalan hingga 2-9. Suara penonton yang gemuruh menambah semangat ganda muda itu.

Dengan ketenangan, Berry dan Hardianto perlahan-lahan mengejar skor. Skor 6-11 di interval, akhirnya ditutup 21-19 oleh Berry-Hardianto. Pindah ke gim dua, pertarungan ketat masih terjadi di awal. Kejar-kejaran angka hingga 11-9 di interval buat Berry dan Hardianto. Setelahnya, laju Berry-Hardianto tak terbendung. Pasangan Malaysia yang semakin tertekan tak mampu mengimbangi serangan Berry-Hardianto yang semakin percaya diri. Pertarungan pun berakhir di kedudukan 21-12. Berry Anggriawan dan Hardianto memperoleh gelar Juara Ganda Putra Malaysia Masters GPG 2017.

Dalam sebuah wawancara setelah semifinal, Berry-Hardianto mengaku kalau mereka terus mempertahankan konsentrasi dan komunikasi. Konsentrasi dan komunikasi yang memang sangat terlihat sepanjang turnamen di antara keduanya. Meski sering tertinggal di awal-awal gim, namun daya juang mereka tidak mengendur (salut dah buat mereka). Semoga di turnamen selanjutnya hasil baik dan bahkan lebih baik bisa diraih, aamiin.

(Next tour for them is India GPG 2017 24-29 January 2017).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s