All England 2017: Mimpi jadi nyata buat Kevin&Sinyo

All England 2017 telah selesai Senin (13/3) dinihari yang lalu. Lima juara dari lima negara telah menerima medali dan trofi, salah satunya Indonesia.

Kita datang ke Barclay Arena, Birmingham ini dengan kekuatan 18 pebulutangkis terbaik. Satu persatu berguguran dan akhirnya tertinggal 1 wakil di semifinal. Satu-satunya wakil tersebut adalah Kevin Sanjaya-Marcus Fernaldi Gideon, ganda putra nomor 1 Indonesia. Juara tahun lalu, Praveen Jordan-Debby Susanto yang ditargetkan mempertahankan gelar sudah duluan tersingkir, tragis di babak pertama.

Bertarung dengan duo Mads asal Denmark, Kevin dan Sinyo (panggilan Marcus) terasa amat sulit. Selain keduanya memiliki tinggi badan yang minta ampun jangkungnya (qeqe), pertemuan sebelumnya Kevin dan Sinyo selalu kalah, bahkan terakhir Desember lalu di Dubai, membuat mereka tidak berani memasang target yang muluk-muluk.

Kalah di gim pertama, harapan ke final pun terlihat berat. Beranjak ke gim kedua, Kevin-Sinyo pun juga tertinggal. Namun, momentum berubah setelah interval. Servis kejut Kevin memecah fokus ganda Denmark. Selepas itu, 10 poin beruntun didapat minions (julukan mereka) dalam sekali servis, kedudukan berubah drastis jadi game point buat mereka 20-12. Gim ini akhirnya mereka menangkan. Pertandingan harus diselesaikan dalam tiga gim penuh.

Gim terakhir, kejar-mengejar terus terjadi. Kedua pasangan yang punya pertahanan dan serangan kuat bermain dalam reli-reli panjang yang lama. Interval jadi milik Denmark dalam skor 11-10. Setelah itu, kedudukan selalu sama kuat hingga mencapai angka 17. Pasangan Indonesia terus menekan di akhir gim ini dan berbuah 4 poin beruntun yang menghasilkan kemenangan dan kesempatan maju ke partai final.

Final Impian 

Masuk ke final All England adalah impian setiap pemain bulutangkis dunia. Namun, mendapat gelar di sini bukanlah hal yang mudah. Itulah pula yang dirasakan Kevin dan Sinyo.

Berhadapan dengan pemain jangkung lainnya asal China, Li Junhui-Liu Yuchen, Kevin dan Sinyo sudah pernah kalah di Vietnam Grand Prix 2015 yang lalu. Pasangan ganda muda yang sepantaran Kevin itu bukanlah lawan yang gampang, mereka sudah punya 1 gelar Superseries tahun lalu. 

Awal-awal pertandingan masih terasa ketegangan di dua kubu, kejar-mengejar poin terus terjadi meski Kevin-Sinyo sempat unggul sebelum interval. Unggul 14-10 tapi pemain China bisa mengejar dan menyamakan kedudukan. Reli-reli pendek terjadi dan kejar-mengejar angka hingga skor sama 17-17.  Namun Kevin-Sinyo menyentuh poin 20 duluan, sayang mereka belum berhasil menyelesaikan gim pertama pada kesempatan pertama karena servis kejut (flick serve) Kevin di-fault oleh hakim servis. Di kesempatan kedualah akhirnya angka 21 dicapai setelah serobotan penerimaan servis Sinyo tidak mampu dikembalikan Liu Yuchen. 
Gim kedua berjalan lebih satu arah, Kevin-Sinyo lebih dominan. Pasangan China sering sekali berbuat kesalahan yang berbuah keunggulan hingga 18-10 bagi pasangan kita. Sinyo juga terlihat gugup dan melakukan kesalahan sendiri walau tak sebanyak pemain China. Namun akhirnya mereka bisa dengan tenang menutup gim kedua dan menuntaskan perlawanan China dengan skor 21-14. 

Bonus kemenangan lainnya adalah peringkat 1 BWF Ganda Putra bagi Kevin dan Sinyo menggeser pasangan Malaysia Goh V Shem-Tan Wee Kiong. Ini berarti mengembalikan kegemilangan ganda putra Indonesia setelah pasangan Moh. Ahsan dan Hendra Setiawan di 2013.

Kevin dalam wawancara di lapangan setelah pertandingan bilang kalau Juara All England adalah impiannya. Beberapa saat sebelumnya mereka berdua juga berujar kalau target mereka tahun ini salah satunya All England. Akhirnya, impian dan target itu terwujud bagi ganda yang baru dipasangkan 2 tahun ini di 2017 ini.

Selamat buat Kevin-Sinyo, ditunggu gelar yang lainnya. SEMANGAT!!

Advertisements

2 thoughts on “All England 2017: Mimpi jadi nyata buat Kevin&Sinyo

  1. saya nnton lho streaming kemenangan mereka, pelatih targetkkan mereka ke kejuaraan dunia.

    beruntungnya kita, setelah ahsan dan hendra pisah, kini kita dapat pengganti, seakan me warisan kemenangn itu ga boleh terputus dan bergantung kepada pasangan2 tertentu

  2. Saya jg, lbh aman nonton streamingan buat jantung, hehe.
    Tradisi bulutangkis Ganda Putra Indonesia memang kuat, di sektor inilah kita bisa lebih berharap. Semoga mereka bisa konsisten dan jadi Juara Dunia, atau kalau bisa Juara Olimpiade, aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s