Berbuka dengan yang Manis?

Ungkapan “Berbukalah dengan yang manis” begitu akrab di telinga,apalagi di bulan Ramadhan ini. Banyak yang menganggap itu adalah sunnah Nabi, padahal jauh sekali.

Tuntunan Nabi dalam berbuka seperti dalam hadist berikut, “Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab sebelum shalat (Maghrib) Jika tidak ada ruthab (kurma muda)  maka dengan tamr (kurma matang), jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk air ” (HR. Abu Daud 2356, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan AbitDaud). Jadi, yang disunnahkan adalah kurma, jika tidak ada kurma maka boleh dengan air saja.

Apa makanan manis bisa di-qiyaskan dengan kurma? Ternyata tidak, sebabnya karena kurma memiliki kerberkahan yang tak dimiliki makanan manis lain. Makanan manis, sebaik apapun manfaatnya bagi tubuh (dalam hal menaikkan energitsetelah berpuasa dengan cepat) tidak bisa menggantikan keberkahan kurma sebagai makanan berbuka.

Wallahu a’lam.

#sumber muslimah.or.id/ramadhan/­hadits-berbukalah-dengan-yang-manis.html

REPOST

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s