Secret Forest (2017): Masuk ke dalam gelapnya hukum Korea Selatan

Bagi yang biasa nonton drama Korea, mungkin sudah biasa dengan pemandangan yang indah atau wajah para pemainnya yang rupawan. Kebanyakan hal-hal indah memang sering diangkat dalam drama karena biasanya menjanjikan rating tinggi.

Maka, hadirnya drama dengan genre crime thriller biasanya kurang dilirik. Genre yang lebih banyak dibuat dalam bentuk film ini akhirnya mendapat tempat dengan kesuksesan drama Signal yang dapat pengakuan dalam hal rating dan kritik di awal tahun 2016.

Gunjang-ganjing perpolitikan tahun lalu yang melengserkan Presiden yang dua kali terpilih, Park Geun Hye, juga membuat banyak drama dan film dibikin dengan tema jaksa yang banyak berperan dalam kasus Presiden itu. Drama ‘Defendand’ dengan pemeran utama seorang jaksa amnesia yang jadi terdakwa setelah dijebak bahkan dapat rating 20% lebih, sebuah angka yang jadi prestasi tersendiri di era tv tak lagi jadi tontonan utama masyarakat.

Drama Secret Forest atau Bimilui Soop (korean: 비밀의 숲, but internationally known as Stranger) tayang awal Juni lalu menceritakan tentang seorang seorang jaksa apatis di tengah ribet dan gelapnya hukum Korea Selatan, Hwang Shi Mok (Cho Seung Woo). Mengalami operasi otak di masa remajanya, Hwang Shi Mok akhirnya tumbuh menjadi orang yang tidak bisa merasakan berbagai macam emosi dan membuatnya menjadi bukan favorit semua orang (a.k.a tak disukai banyak orang) termasuk rekan-rekannya di Kejaksaan Seoul wilayah Barat.

Awalnya saya mengira drama ini akan sama saja dengan drama tema jaksa lainnya, tetapi rupanya dugaan saya salah. Drama ini menjadikan standar drama saya berubah. Drama ini dibuat dengan pra-produksi (selesai dibuat sebelum ditayangkan), namun berbeda dengan beberapa drama sejenis, drama ini punya skenario, akting pemain, sinematografi dan musiknya yang berkualitas bahkan hampir mirip dengan film (dengan durasi 16 jam lebih 🙂 ).

Alur Cerita

Awalnya terjadi kasus pembunuhan seorang CEO perusahaan konstruksi, Park Moo Sung. Jaksa Hwang Shi Mook turut menemukan tubuh CEO Park bersama ibu CEO Park. Kasus ini ditutup dengan cepat karena Jaksa Hwang bisa menangkap tersangka dalam waktu singkat.

Sidang putusan terjadi dua bulan kemudian, namun terdakwa menyangkal dan menuduh kejaksaan memanipulasi bukti. Terdakwa akhirnya bunuh diri dan meninggalkan surat pernyataan tidak bersalahnya yang mengguncang kejaksaan dan kepolisian bersamaan ditemukannya bukti baru. Hwang Shi Mok yang dari awal tahu kalau kasus ini bukan kasus pembunuhan biasa namun menghiraukannya akhirnya menyadari kalau dia melewatkan banyak hal dan bertekad menyelidiki ulang kasus ini bahkan tampil di tv dan berjanji akan menangkap pelakunya dalam dua bulan.

Tak punya banyak teman di kejaksaan karena sikapnya yang dingin dan asosial, Jaksa Hwang akhirnya dapat partner di kepolisian. Letnan Han Yeo Jin (Bae Doo Na), polisi wanita yang baru bertugas jadi detektif di seksi kejahatan pembunuhan tak terduga jadi rekaannya dalam menyelidiki kembali kematian CEO Park. Karakter Letnan Han yang hangat sangat kontras dengan Jaksa Hwang yang nyaris tanpa ekspresi.

Penyelidikan duo Jaksa Hwang-Letnan Han menghasilkan banyak nama. Meski awalnya Hwang Shi Mok sangat curiga dengan atasannya, seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang yang masuk daftar tersangkanya dan semakin besar lingkup kasusnya.

So many unfamiliar names

Tak banyak nama beken di drama ini. Cho Seung Woo dan Bae Doo Na lebih banyak bermain film. Lee Jun Hyuk, Shin Hye Sun dan Yoo Jae Myung walaupun bermain di banyak drama namun mereka bukanlah pemeran utamanya. Pemeran-pemeran tambahan lainnya pun bahkan beberapa baru bermain drama karena kebanyakan diaudisi dari teater atau musikal.

Tapi rupanya dua jempol buat sutradara kasting drama ini. Tanpa nama-nama populer buat drama, mereka berhasil menemukan pemain yang sangat cocok untuk tiap karakter.

Society Recognition

Dalam sebuah artikel koran disebutkan kalau drama ini seperti menulis ulang drama korea karena standar baru yang dibuat oleh Secret Forest. Masyarakat Korea merasa drama ini sangat berbeda dari drama kebanyakan yang biasanya bertele-tele dalam penceritaan, Secret Forest langsung menuntaskan satu demi satu masalah tanpa meninggalkan persoalan yang tak perlu. Penyajian setting tempat dan lingkungan dianggap sangat mendekati realita (meski ini tetap drama, yah), sampai banyak yang mengira kalau sang penulis cerita, Lee Seo Yeon, pernah bekerja di kejaksaan yang kemudian dibantah Lee Seo Yeon sendiri. Selain itu juga, kasus yang diangkat beberapa mirip dengan kasus-kasus besar di Korea (contoh kasus terbaru CEO Samsung Grup) yang telah menghebohkan Korea.

“Korupsi itu membunuh”

Suap, sayangnya adalah hal biasa di Korea (dan sayangnya juga di negara kita). Bukan rahasia lagi kalau penegak hukum dan perusahaan-perusahaan besar Korea berada dalam pusaran suap dan sogok, apalagi dengan perusahaan yang berkontribusi dengar dalam ekonomi negara (sebut saja Samsung Grup).

“Korupsi itu membunuh”, salah satu dalam drama ini. Sepertinya penulis cerita ingin mengingatkan kalau korupsi yang sudah biasa terjadi di negaranya itu sama saja dengan kejahatan pembunuhan dan tidak bisa dianggap kejahatan biasa. Masyarakat sudah tidak bisa membiarkan begitu saja korupsi yang nantinya akan menggerogoti kehidupan mereka. Penulis juga sangat menyentil Kejaksaan dan Kepolisian Korea yang dianggap lemah dalam penegakan hukum (terdengar familiar sekali, owh it happens in Indonesia, too!).

Awards (penghargaan)

Dari waktu sedang tayang, banyak pihak yang menyatakan kalau drama ini akan memborong banyak penghargaan. Tidak berlebihan, dan bahkan sangat pantas menurut saya. Secret Forest membuat saya menciptakan standar buat sebuah drama (Korea khususnya).

Oktober tahun lalu, Seoul Drama Awards menganugerahi Secret Forest dengan Daesang atau penghargaan tertinggi buat drama. Awal Mei lalu juga, Secret Forest kembali mendapat Daesang untuk kategori drama di Baeksang Art Awards 2018. Pemeran utama pria, Cho Seung Woo, dan penulis skenario, Lee Seo Yeon, juga berhasil meraih penghargaan di ajang yang sama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s