Solomon Perjury (2016): Bukan Pengadilan Biasa

Sekilas ini adalah drama sekolah biasa. Drama Korea yang mengambil lokasi utama di SMA swasta elit.

Cerita

Kang Seo Yeon sudah kelas 3 SMA, posisi yang buat mereka Kang So Yeon dan teman-temannya gelisah karena sibuk persiapan buat masuk kuliah. Kang Seo Yeon termasuk anak pintar di kelasnya dan juga sekaligus ketua kelas.

Masa-masa tenang di sekolah mereka berubah dengan kasus tewasnya salah satu teman sekelas Kang Seo Yeon, Lee Seo Woo. Lee Seo Woo ditemukan oleh Kang Seo Yeon dan Bae Joon Young di halaman sekolah, diduga jatuh dari lantai paling atas gedung sekolah. Hasil penyelidikan polisi, Lee Seo Woo dinyatakan mati karena bunuh diri.

Situasi bertambah rumit dengan munculnya surat kaleng yang menuduh kalau Choi Woo Hyuk dan teman-temannyalah yang membunuh Lee Seo Woo. Choi Woo Hyuk terkenal karena nakal dan suka mem-bully.

Sekolah menjadi heboh, bertambah heboh lagi setelah kasus ini diangkat menjadi tayangan khusus di stasiun tv. Kecurigaan bermunculan, saling menyalahkan antara pihak sekolah yang dituduh menutup-nutupi dan pihak siswa terjadi.

Kang Seo Yeon yang selama ini tidak suka terlalu ikut campur selain masalah pelajaran menjadi terusik. Dia memutuskan tak mau lagi diam dan membiarkan orang dewasa yang menyelesaikan masalah mereka. Dengan bantuan Han Ji Hoon, siswa sekolah lain yang secara misterius menawarkan bantuan, Kang Seo Yeon menyiapkan Pengadilan Sekolah untuk mencari tahu kebenaran di balik kasus meninggalnya Lee Seo Woo.

Not Your Typical Highschool Drama

Menonton Solomon Perjury membuat saya kagum. Akting anak-anak ini sangat bagus, bukan kelas ecek-ecek. Kim Hyun Soo yang menjadi Kang Seo Yeon berakting dengan sangat natural. Begitu pula dengan teman-temannya. Saat serius dan bercanda, penampilan mereka pas pada porsinya.

Kekuatan drama ini yang lain adalah cerita. Diadaptasi dari film Jepang berjudul sama yang sukses, cerita yang ditawarkan tak biasa. Pengadilan sekolah menurut saya adalah ide brilian dan sampai sekarang saya belum pernah mendapati drama dengan tema demikian. Pengadilan yang pesertanya bukan jaksa, hakim dan pengacara betulan, tetapi anak SMA.

Satu hal yang juga buat saya puas adalah drama ini adalah adaptasi atau remake film Jepang yang menurut saya cukup bagus. Saya sudah menonton filmnya, dan adaptasi di dramanya berhasil memadukan unsur asli film yang bernuansa Jepang dengan unsur Korea. Penyesuaian-penyesuaian dalam drama agar sesuai dengan situasi di Korea menurut saya tepat, dan tak berlebihan.

Sayang drama bagus ini ratingnya sangat rendah. Selain karena tayang di tv kabelnya Korea, JTBC, rating rendahnya juga karena bersaman dengan jam tayang drama hits kesukaan masyarakat Korea-Goblin (yang sampai sekarang saya tidak tertarik untuk menontonnya).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s