Perunggu

Tidak ada wakil kita di final Kejuaraan Dunia Bulutangkis tahun ini. Kesempatan meraih 1 gelar harus pupus saat Greysia Polii dan Apriyani Rahayu kalah di semifinal kemarin siang dari ganda Jepang yang hari ini jadi Juara Dunia Ganda Putri yang baru, Mayu Matsumoto dan Wakana Nagahara. Target emas hanya mampu berwujud perunggu kali ini.

China sebagai tuan rumah sukses juga sebagai peserta. Dengan 1 gelar yang sudah pasti di tangan (Ganda Campuran), mereka juga berpeluang menambah gelar di 2 sektor lain (tunggal putra dan ganda putra). Padahal dari beberapa gelaran turnamen world tour BWF, belum satupun gelar yang mereka dapat.

Jepang adalah peserta sukses lainnya, ada 4 wakil di final. Perkembangan bulutangkis negeri tsb bisa dibilang “mencengangkan”. Target sukses di Olimpiade 2020 Tokyo menghasilkan peningkatan pesat.

Kejuaraan Dunia tahun ini juga membawa catatan tersendiri buat Carolina Marin. Di final ketiganya, dia akan tercatat sebagai salah satu pemain Eropa tersukses di Kejuaraan Dunia jika juara lagi untuk ketiga kalinya. Catatan juga buat PV Sindhu, lawan Marin, yang akan jadi Juara Dunia pertama dari India jika menang atas Marin.

Indonesia tanpa gelar tahun ini mungkin juga karena berdekatan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Konsentrasi pengurus dan pelatih kita terbagi karena Asian Games yang akan berlangsung di negara sendiri.

ket foto: Bendera negara-negara medalis Ganda Putri, 3 wakil Jepang dan 1 wakil Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s