The Daddies-Minions Jilid 4 di China

Apa yang terjadi kalau peringkat 1 bertemu dengan peringkat 2? Perang besar atau perang dingin? Bagaimana kalau mereka adalah rekan senegara? Semakin menarik.

Indonesia kini memiliki 2 pasangan terkuat di ganda putra dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon (dng julukan Minions) dan Moh. Ahsan-Hendra Setiawan (yg dijuluki The Daddies) yg berada di urutan 1 dan 2 BWF. Sebagai pemilik peringkat tertinggi maka sangat kecil bagi mereka bertemu di babak-babak awal karena biasanya mereka akan menempati grup/pool yg berbeda. Peluang terbesar adalah bertemu di partai final, dan itu yg terjadi pekan kemarin di Changzhou, China.

Pertemuan mereka kali ini di final adalah yg keempat kalinya tahun ini. Rekor sebelumnya, 3-0 bagi kemenangan Kevin dan Marcus untuk tahun 2019. Pertemuan yg terakhir di Jepang berjalan seru dalam 3 gim.

Kalau pertemuan antar rekan senegara, yang dikhawatirkan biasanya “main sabun” (apalagi negara tertentu, huk..huk..) atau permainan yang telah diatur. Tapi tidak begitu dengan Indonesia, apalagi sektor ganda putra yang telah menjadi kebanggaan kita. Begitu pula dengan pertemuan Ahsan-Hendra dengan Kevin-Marcus, dijamin seru walaupun dengan keadaan salah satu pemain sedang dalam cidera yang tak ringan.

Moh. Ahsan maju ke Final dalam keadaan cidera betis kanan yang dialaminya sejak perempat final pada hari kamis (20/9) saat menghadapi ganda Jepang, Endo-Watanabe. Namun, dengan permainan yang sangat impresif,  akhirnya dia dan Hendra mampu menang hingga ke babak Final.

Gim pertama berlangsung dengan skor ketat dari awal, namun akhirnya Kevin-marcus yang mampu menyentuh angka 21 duluan, 21-18 buat mereka. Gim kedua, Minions masih memimpin hingga pertengahan gim, 11-8, namun Ahsan-Hendra bisa balik menyerang dan akhirnya unggul 21-17. Kevin-Marcus di awal gim ketiga melaju hingga mendapat skor yang sangat jauh, 8-2. Setelah reli seru buat poin 3 untuk Ahsan-Hendra, perawatan harus diberikan untuk Moh. Ahsan. Setelahnya, Kevin dan Marcus terus melejit hingga angka 19-10.  Sebelum skor berubah ke 20, Ahsan dan Hendra terus menambah poin hingga 15 dan menambah tensi ke pertandingan ini. Kevin dan Marcus yang tidak mau lengah terus menekan. Mereka pun menutup gim ini, 21-15, dan merebut gelar China (Changzhou) Open tahun ini dalam waktu total 42 menit.

Bagi Ahsan dan Hendra, final ini adalah final ke-8 dan gelar Runner-up ke-5 mereka tahun ini dari 13 turnamen yang telah mereka ikuti. Sementara buat Minions, ini adalah gelar ke-5 dari 11 turnamen mereka di 2019 ini.  Dalam Race To Tokyo (kualifikasi Olimpiade BWF) , keduanya masing-masing berada di peringkat 1 (Ahsan-Hendra dari 8 turnamen) dan 3 (Kevin-Marcus dari 7 turnamen).

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s