Ember Biru dan Piala yg Balik Kampung

Kazan Gymnastics Center bergemuruh Sabtu siang itu. Suasananya sudah tak seperti di Eropa lagi, lebih mirip Istora. Sejumlah penonton Indonesia bernyanyi, berteriak dan menyorakkan yel-yel khasnya, mereka tampak nyaman seperti bukan di negara orang. Beberapa membawa bendera merah-putih dan juga benda yg bisa ditabuh (seperti botol air mineral dan ember biru).

Pasukan junior bulutangkis Indonesia sedang bertarung dengan China di final Kejuaraan Junior Dunia nomor Beregu Campuran (Mix Team) di sana. Suasana meriah itu bukan saat final itu saja, penonton Indonesia sudah hadir sejak penyisihan hari Selasa (1 Oktober 2019).

Final tahun ini adalah final ketiga bagi tim Indonesia. Tiga tahun berturut-turut, 2013, 2014, dan 2015 kita juga maju ke final. Namun sayangnya ketiganya berakhir sebagai juara kedua. Di 2013, kita takluk dari Korea Selatan, sementara 2014 dan 2015 kalah dari lawan kita yang sama tahun ini, China. Ini berarti belum sekalipun Indonesia mengangkat Piala Suhandinata, piala kejuaraan dunia beregu junior.

Saya sebenarnya pesimis dengan tim kita tahun ini. Waktu melihat sesi foto mereka di akun twitter PBSI, saya tidak berekspektasi apa-apa (karena takut kecewa, hiks). Tapi, rupanya perkiraan saya salah, alhamdulillah.

Menghadapi junior China di final pasti tidak mudah. China pemegang titel juara bertahan selama 5 tahun sangatlah kuat baik per individu maupun sebagai tim. Di partai pertama, ganda campuran, kita menurunkan pasangan baru (sebenarnya tak baru-baru amat), Daniel Marthin-Indah Cahya Sari Jamil melawan Feng Yanzhe-Lin Fanling. Indah sebenarnya berpasangan dengan Leo Rolly Carnando. Mereka adalah Juara Dunia Junior tahun lalu dan juga Juara Asia Junior di tahun ini. Namun strategi tim Indonesia kali ini membongkar pasangan tersebut. Strategi ini berhasil, dalam pertarungan 3 gim, Daniel-Indah pun menang.

Nomor selanjutnya adalah tunggal puri, nomor yg dianggap banyak orang bukanlah milik Indonesia. Tapi hasil di lapangan berkata lain, Putri KW berhasil mengalahkan Zhou Meng. Indonesia pun unggul 2-0 atas China.

Tunggal putra jadi nomor selanjutnya. Bobby Setiabudi versus Liu Liang. Jika Boby menang maka Indonesia otomatis jadi juara dan tidak perlu memainkan partai keempat dan kelima. Bobby yang bermain cemerlang pada semifinal di hari sebelumnya atas Thailand, rupanya sangat terbebani atas perannya sebagai penentu kemenangan Indonesia di final ini. Sempat menyentuh angka match point duluan di gim penentuan (20-16), namun sayang skor Bobby tidak berubah dan akhirnya kalah 17-21 21-17 20-22.

Pertandingan pun harus dilanjutkan ke nomor ganda putri. Lagi-lagi terjadi bongkar pasang di sini. Putri Syaikah yg biasanya bermain bersama Nita Violina Marwah, dipasangkan dengan Febriana Dwipuji Kusuma. Putri dan Nita adalah pasangan dunia junior nomor satu dan turun saat semifinal melawan Thailand. Hanya saja di pertandingan tersebut mereka kalah.

Melawan Li Yijing-Tan Ning, Febriana-Putri ketinggalan di gim pertama. Namun mereka bangkit di gim kedua dan menang setelah terjadi adu setting. Gim ketiga, pasangan kita unggul jauh dari pasangan China dan memenangi gim ini. Skor akhir 16-21 25-23 21-13. Kemenangan ganda putri ini sekaligus memberikan kemenangan buat Indonesia. Kedudukan akhir, 3-1 untuk Indonesia.

Indonesia akhirnya bisa memenangkan Piala Suhandinata, piala yg diberi nama dari tokoh bulutangkis Indonesia-Suharso Suhandinata, 19 tahun sejak pertama kali diperebutkan. Prestasi ini semoga dapat diteruskan tim junior kita selanjutnya (walau format kejuaraan akan berbeda di tahun depan), dan semoga menular ke tim senior Indonesia, aamiin.

*sumber gambar: ss Youtube BWF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s