Another Runner-Up for Ahsan and Hendra in Hongkong.

23 November 2014, final Kejuaraan Hongkong Terbuka Super 500 menghadirkan pertarungan dua ganda putra, Indonesia versus China. Ahsan-Hendra yang menjadi unggulan kedua menghadapi unggulan keenam dari China, Liu Xiaolong-Qiu Zihan. Final ganda putra ini akhirnya harus berlangsung dalam 3 gim dan mengantarkan Ahsan dan Hendra meraih gelar ketiganya di tahun itu setelah All England dan Emas Ganda Putra Asian Games Incheon.

5 tahun kemudian, pada 17 November 2019, Ahsan-Hendra kembali ke final sebagai unggulan kedua dan menghadapi pemain non unggulan asal Korea Selatan, Choi Solgyu-Seo Seungjae. Hanya saja kali ini mereka harus menelan kekalahan dalam tiga gim, 21-13 12-21 13-21, sehingga hanya mampu membawa gelar juara kedua atau runner-up.

Selama berpasangan, perjalanan Moh-Ahsan dan Hendra di kejuaraan ini minimal mencapai perempat final, yaitu di awal pertama mereka dipasangkan-tahun 2012. Selebihnya, Ahsan dan Hendra selalu mencapai semifinal (pengecualian tahun 2017 saat mereka berpisah). Tahun lalu, mereka ditaklukkan oleh Kevin Sanjaya dan Marcus F. Gideon di semifinal. Kevin-Marcus akhirnya jadi juara tahun lalu. Tahun ini, mereka tidak bertemu dengan Kevin dan Marcus. Pemain Indonesia yang satu grup dengan mereka adalah Wahyu Nayaka-Ade Yusuf Santoso yang mereka kalahkan di babak kedua.

Pertandingan final tahun ini terjadi di partai kedua. Ahsan dan Hendra menang mudah di gim pertama dalam waktu 12 menit. Memasuki gim kedua, pola permainan mulai berubah. Pasangan Korea mulai menjalankan pola bertahan dan menyerang balik dengan baik.  Choi Solgyu-Seo Seungjae menang di gim ini sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke gim ketiga atau rubber game. Gim ketiga berjalan dengan keuntungan di pihak ganda Korea. Dari awal mereka terus memimpin. Dalam wawancaranya, Ahsan mengakui kalau stamina mereka menurun dan akibatnya mereka susah untuk menembus pertahanan Choi dan Seo yang memang bertahan dengan sangat baik. Ahsan-Hendra pun takluk dengan skor akhir 21-13 12-21 13-21 dalam durasi pertandingan 50 menit.

Gelar Runner-up ini adalah yang ketujuh bagi Ahsan-Henda di tahun ini, 5 dari pertarungan versus Kevin-Marcus dan 1 dari Takeshi Kamura-Keigo Sonoda di Singapura Terbuka Super 500. Sementara di turnamen sebelumnya, Fuzhou China Open Super 750,  mereka terhenti di perempat final. Hasil ini semakin mengokohkan peringkat mereka di nomor 2 di Rangking BWF dan  perhitungan Kualifikasi Olimpiade BWF-Race to Tokyo, di bawah The Minnions-Kevin Sanjaya dan Marcus F. Gideon.

Ahsan dan Hendra kemudian akan bermain di BWF World Tour Finals di Guangzhou pada 11 hingga 15 Desember mendatang. Mereka lolos ke turnamen akhir tahun selain karena mereka adalah Juara Dunia tahun ini, juga karena tetap berada di peringkat Top 20 BWF hingga akhir waktu kualifikasi BWF World Tour Finals.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s