Langsung Juara di All England, Praveen-Debby

#a very laaaaate  post 😀

Minggu malam waktu Indonesia, 13 Maret lalu, mungkin akan menjadi kenangan tak terlupakan buat pebulutangkis berusia 22 thn Praveen Jordan dan pasangannya, Debby Susanto, 26 thn. Kenangan manis yang juga jadi milik rakyat Indonesia.
Mereka masuk ke final partai ganda campuran dan berhasil menang, namun yang istimewanya, terjadinya di All England. Turnamen bulutangkis tertua dan paling bergengsi di dunia dimana gelarnya paling diidam-idamkan semua pebulutangkis (catatan: even our living Legend Taufik Hidayat didn’t have one).
Setelah kekecewaan demi kekecewaan di All England tahun ini, dimulai dari kalahnya Greysia-Nitya di babak pertama, Ahsan-Hendra di babak kedua, dan juara 3 kali Owi-Butet di perempat final, lolosnya Praveen-Debby itu seperti secercah sinar di kegelapan (daleeem). Mereka yang paling mentok sampai semifinal saja jika ikut kejuaraan Super Series, eh ga taunya masuk final juga (catatan lg: tahun lalu sempat ke final Perancis Terbuka, tapi kalah lawan Ko Sung Hyun-Kim Ha Na). Apalagi di semifinal, mereka mengalahkan Super ZZ, Zhang Nan-Zhao Yunlei a.k.a Nanang n Yuyun, peringkat 1 BWF yang adalah Juara Dunia 2011,2014 dan 2015 serta pemegang Emas Olimpiade 2012 (dan sejibun gelar lainnya). Rekor pertemuan 0-7 alias belum pernah menang dengan ZZ tak menciutkan nyali mereka. Menang dengan skor ketat di game pertama, 21-19, lalu 21-16 di game kedua, mereka pun melaju ke final.
Bertemu ganda Denmark, Joachim Fischer Nielsen-Christina Pedersen, di penghujung turnamen, Praveen-Debby memiliki peluang besar karena dari 3 pertemuan terakhir (Desember lalu, putaran grup SUPER SERIES FINAL di Dubai), mereka selalu menang. Dan terbukti, di game pertama, mereka menang cukup jauh 21-14. Namun di game kedua, permainan lumayan imbang. Joachim-Christina mampu menyamakan angka dua kali, 14-14 dan 16-16 (buat yang nonton atau livescoring pasti paham deh, degdegan gila!!!). Kesusul, Praveen dan Debby tidak panik dan perlahan-lahan menuju angka match point, 20-16. Walau di kesempatan pertama belum berhasil, namun di kesempatan kedua dengan defens kokoh- serangan mantap plus serobotan ke arah lawan mampu membuat pasangan Denmark jatuh bangun di lapangan dan tidak mampu mengembalikan kok yang memang sudah tergeletak di lantai. Skor 21-17 buat Praveen Jordan dan Debby Susanto dan gelar Juara Ganda Campuran All England 2016 untuk Indonesia.

image

sumber foto: badmintonindonesia.org

Efek 21

Seorang pemain ditanya tentang penyebab kekalahannya oleh wartawan yang sudah menunggunya untuk wawancara. Dengan serius dia menjawab, “Musuh saya 21 duluan.”
Wartawannya melongo sambil tetap mendengarkan karena mesti menuliskan berita. Yang diwawancara anteng saja. The end.:-P

Saat kalah, berbagai alasan mungkin akan sulit diterima. Apalagi buat para BL (Badminton Lovers) labil. Kekalahan bukan saja menyakitkan buat yg menonton tapi juga bagi mereka para pemain bulutangkis. Kalaupun sedang dalam keadaan kurang sehat dan ngomong yang sebenarnya, pasti dibilang mencari alasan. Jadi serba salah. Apalagi kalau kalahnya oleh peringkat di bawah atau yang kualitasnya gak bagus-bagus amat, sudah dipastikan bakal bertaburan komentar-komentar ga sedap.

Namanya permainan, apalagi di bulutangkis ga ada yang namanya seri, hanya ada menang atau kalah di waktu akhir. Setiap kali para pemain masuk ke lapangan, keduanya punya peluang yang sama, menang atau kalah. Segala macam rekor pertemuan ataupun kekuatan di atas kertas menjadi tak bernilai saat mereka sudah di dalam lapangan permainan.

image

Ahsan-Hendra setelah kalah dlm SF Indonesia Terbuka SSP 2015 (liputan6.com)

Tumis Pakis Kembang Pepaya Saos Tiram

Bahan:
Pakis (bersihkan dan petik kecil-kecil), kembang pepaya.
Bumbu:
Bawang merah, bawang putih, saos tiram, garam, gula, tomat, air.

Cara masak:
Tumis bawang merah dan bawang putih yang sudah ditumbuk halus hingga harum. Masukkan saos tiram dan garam. Lalu masukkan pakis dan kembang pepaya, tumis hingga layu, tambahkan tomat yang sudah dipotong-potong.
Tambahkan air, tutup sebentar. Buka dan tambahkan gula, aduk.
Setelah matang, angkat lalu sajikan.

(maaf kali ini no pic^^)

—update–

Kalau mau gak terlalu pahit, kembang pepayanya direbus dulu. Tapi, kalau mau pahit lagi, air rebusannya bisa ditambahkan ke tumisan kembali #eh

Masakan ini bermanfaat bagi yang sembelit. Trust me, it works^^