Urat

Sepulang acara sosialisasi kemarin, perutku mulai bermasalah. Gini emang kalau setelan perut kampung, jadinya ga cocok dengan makanan hotel.

Diare mendera, meski ga terlalu tapi buat malas makan, dan mesti makan bubur. Ditambah nyeri haid, makin lengkaplah semua.

Untuk mengatasi, saya hanya sering minum air hangat dan madu, ditambah air rebusan daun jambu. Sudah beberapa tahun ini, daun jambu menjadi andalan di saat diare. Selain ada di depan rumah, saya juga berprinsip sebisa mungkin hanya pakai herbal bukan obat seperti kebiasaan dulu.

Namun, pagi ini ternyata diare masih berlanjut.
Bingung jadinya. Padahal biasanya sehari juga sembuh.

“Oh, urat itu. Diurut saja pahamu,” kata Mama saat saya bertanya penyebab diare berkepanjangan ini. Sebagai info, di budaya orang Muna terutama pengobatan tradisional, urat adalah istilah untuk bagian tubuh yang berperan penting. Jika tubuh sakit, maka dicarilah urat mana yang terganggu dengan dipijit atau diberi air hangat (yang ekstrim adalah diberi siraman air panas/mandi air panas).

Orang yang pandai memijat urat tidak sembarangan, perlu latihan. Dan alhamdulillahnya, ada tante dari kampung yang sedang berkunjung. Pada dialah saya percayakan pemijatan. Daun jambunya juga tetap saya minum, dengan kepekatan yang lebih dari kemarin.

Hope all be better for me.